UNGKAPAN YANG KU DAMBAKAN SEBAGAI ISTERI..
Wednesday, April 25th, 2007UNGKAPAN SEDERHANA UNTUK ISTERI TERCINTA
UNGKAPAN SEDERHANA UNTUK ISTERI TERCINTA
Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah
isteri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah
wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan kerana seharian
ini tubuhnya tak menemukan kesempatan untuk beristirehat barang
sekejap, Jikalaulah tidak ada air wudhu? yang membasahi wajah itu
setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tiada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa
merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih isteri Anda barangkali
belum benar-benar menemukan kesegarannya.
Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bondanya,
membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan
najis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi najis si
kecil lagi. Padahal tangan isteri Anda pula yang harus mencucinya.
Di saat seperti itu, apakah yang Anda fikirkan tenang dia? Masihkah
Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut
kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng, sementara di
saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi isteri yang penuh
perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus
dalam menjalani tugasnya sebagai isteri, termasuk dalam menjalani apa
yang sesungguhnya bukan kewajipan isteri tetapi dianggap sebagai
kewajipannya.
Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang
perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Di
kesempatan ini, seharusnya Anda melihat bahawa tatkala tubuhnya amat
letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau
ia tidak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh
kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan
menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik akan tiba-tiba membuat anak
kita menjerit kerana cubitannya yang menyakitkan.
Apa ertinya? Benar, seorang isteri solehah memang tidak boleh
bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai bersikap
chengeng. Tetapi isteri solehah tetap manusia yang memerlukan
penerimaan. Ia juga perlu diakui, meskipun tidak pernah meminta kepada
Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, perlukan
telinga yang mahu mendengar.
Kalau kegelisahan jiwanya tidak pernah menemukan muaranya berupa
kesediaan untuk mendengar, atau ia tidak pernah Anda akui kewujudannya,
maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika
ia tiba-tiba meledak.
Jangankan isteri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, isteri Nabi
pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meskipun yang
membuatnya meledak-ledak bukan kerana Nabi saw. tidak mahu mendengar,
melainkan semata-mata kerana dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi
saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya
memintanya untuk mengganti mangkuk yang dipecahkan.
Oleh itu, ada yang harus kita selami dalam jiwa kita. Ketika kita
menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka
bukan hanya nasihat yang perlu kita berikan.
Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya
tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada
penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan
bondanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan
kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan
fikirannya, agar ia masih tetap memiliki tenaga untuk tersenyum kepada
anak-anak kita. Sepenat mana pun ia.
Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya,
marilah kita kembali ke bahagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan
waktu telah melewati tengah malam, pandanglah isteri Anda yang
terbaring letih itu. Lalu fikirkankah sejenak, tidak adakah yang dapat
kita lakukan sekadar untuk mengucap terima kasih atau menyatakan
sayang?
Boleh dengan kata yang berbunga-bunga, boleh juga tanpa kata. Dan
sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang
letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada
secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sudu teh gula dan satu
cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada
secangkir minuman hangat untuk isteriku. Perlukah aku hantarkan untuk
itu?"
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang boleh Anda lakukan. Mungkin
sekadar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, Mungkin
juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tidak salah niat kita. Kalau
kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi
si kecil sebelum menghantarkannya ke nursery/tadika, itu bukan kerana
gender-friendly; tetapi semata-mata kerana mencari keredhaan Allah.
Sebab selain niat ikhlas kerana Allah, tidak ada ertinya apa yang kita
lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan
Allah di yaumil-kiyamah.
Allaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah kepada Anda. Yang
jelas, ada pengakuan untuknya, baik melalui ucapan terima kasih atau
tindakan yang menunjukkan bahawa dialah yang paling Anda kasihi dan
cintai.
Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tidak ada
airmata duka yang menitis dari kedua kelopaknya. Semoga dengan
kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tidak ada lagi isteri
yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal kerana merasa tidak
didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya,
kelak isteri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bonda ‘Aisyah
radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah saw., "Ah, semua
perilakunya menakjubkan bagiku."
Sesudah Anda puas memandangi isterimu yang terbaring letih, sesudah
Anda perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia
sejenak untuk meneruskan istirehatnya. Hembusan udara dingin yang
mungkin dapat mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut
untuknya. Hamparkanlah ke tubuh isterimu dengan kasih-sayang dan cinta
yang tak lekang oleh perubahan, Semoga Anda termasuk dalam golongan
lelaki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali lelaki yang
mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat
kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang isteri kita.
"Wahai manusia, sesungguhnya isteri kalian mempunyai hak atas kalian
sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"kata
Rasulullah Saw. melanjutkan, ‘kalian mengambil wanita itu sebagai
amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab
Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus isteri kalian. Aku
wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.?
Kita telah mengambil isteri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita
harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana kita menunaikan amanah
dari-Nya, ataukah kita mengabaikannya sehingga gurat-guratan dengan
cepat mengeruti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya?
Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk isteri? Semoga
Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk isteri Anda.
_________________
-Cinta tidak selalu datang bersama jodoh, tetapi jodoh selalu datang bersama cinta-